|
ANAK-ANAK JALANAN DI MALAWI
Sama seperti semua anak lainnya, anak-anak jalanan mempunyai hak-hak.
Misalnya hak atas pendidikan sekolah, kursus-kursus dan pendidikan
|
Karena bermacam-macam alasan sejumlah besar anak dari seluruh negeri
Malawi bergelandangan di jalan-jalan kota Blantyre. Karena krisis ekonomi,
kekurangan pangan dan AIDS jumlah anak jalanan makin bertambah banyak.
Sejak tahun 1997 Bruder Henk Munich ikutserta dalam proyek-proyek Yayasan
Samaritan yang membantu anak-anak jalanan di Malawi.
Dibawah ini disebut beberapa usaha dari yaysan tsb.
Yayasan itu berusaha memajukan perlindungan dan kesejahteraan anak-anak
jalanan.
Ada bermacam-macam usaha:
- Bantuan moral dan finansial
- Proyek-proyek untuk memajukan ketrampilan membaca dan ketrampilam
lain-lainya yang dibutuhkan untuk berhasilnya poses reintegrasi.
- Usaha mengembalikan anak jalanan ke dalam lingkungan keluarga dan
masyarakat.
- Bantuan untuk mempererat hubungan keluarga supaya jangan sampai anak-anak
kembali bergelandangan di jalan- jalan
- Membela hak-hak anak-anak jalanan.
Usaha-usaha tsb dituju untuk anak-anak putra-putri antara 4 dan 20 tahun.
The Chitolera House:
Gedung itu terdiri dari sebuah kantor, dapur, tempat cuci pakaian
dan tempat tidur.
Kata ‘chitolera’berarti: sesorang atau suatu badan – mis. Samaritan
Trust – yang menampung, yang menampung anak-anak jalanan.
Usaha-uasha terutama dari Pusat itu, misalnya :
Mengajari bermacam-macam ketrampilan.
|
 |
 |
Supaya dapat memberi pelayanan 2 jam sehari, maka staf Chitolera
House terdiri dari enam anggota : seorang guru, dua pengasuh, seorang
ibu pengurus rumahtangga, seorang koki dan seorang penjaga malam. |
|
ruang tidur
|
Ruang tidur anak-anak putri dibangun tahun 2003 berkat bantuan
banyak organisasi. |
The Blantyre centre:
Untuk sementara waktu Blantyre Centre terletak di
atas sebidang tanah kepunyaan CCAP Synode Blantyre. Dekat pusat
kota, dekat daerah di mana anak-anak jalanan biasanya berkumpul.
Bulan Juni 2003, 44 orang putra anak ditampung : 25 anak putra di
wisma Blantyre Centre;anak-anak lainnya, diantaranya 9 anak putri,
pada malam hari pulang ke rumah.
Keaktifan terpenting dari Centre tsb:
Pertanian (ladang sayur).
|
 |
 |
 |
Anak-anak berkemah dalam 4 tenda dari Palang Merah. Satu tenda
dipakai untuk pengajaran, makan dan keaktifan-keaktifan lainnya.. |
Penjaga pun bermalam dalam sebuah tenda dari Palang Merah. Tenda itu
juga dipakai sebagai gudang. Dapurnya ada dalam sebuah rumah kecil.
Staf pusat terrdiri dari 5 orang : seorang guru, dua pengasuh, satu
tukang masak dan seorang penjaga (malam).
Jelas kiranya bahwa pusat itu ada banyak masalah. Perumahannya kurang
memadai, apa lagi waktu musim hujan. Keadaan kesehatanya kurang terjamin.
The Skills training centre
Selain tempat pendidikan bermacam-macam ketrampilan, gedung Pusat
itu juga tempat kantor pusat Samaritan Trust, serta beberapa proyek
yang bersifat komersial. Salah satu vak yang diajakan di pusat itu
mis. menjadi tukang batu.
|
 |
Pelajaran membaca, menulis dan meghitung diberikan kepada anak-anak
yang putus sekolah, atau kepada mereka yang sudah terlalu tua untuk
diterima di sekolah.
|
 |
Reintegrasi:
 |
Waktu anak-anak ditampung dalam gedung pusat, ada pekerja-pekerja
sosial yang mengunjungi bapak/ibu angkat mereka agar mendapat informasi
lebih lanjut tentang anak-anak asuh mereka. Bersama-sama dengan
famili dan anak sendiri dibuat recana untuk proses reintegrasi.
Selesai reintegrasi , pekerja sosial memeriksa apakah janji-janji
yang telah disepakti itu sungguh dipenuhi oleh semua pihak. |
 |
Di bawah ini kelihatan Grace, seorang pekerja sosial waktu mengunjungi
suatu keluarga. Ibu rumah tangga ini dibantu dengan membuka warung
arang dan gula(tebu) , untuk membiayai pendidikan empat anaknya
. |
More about FIC in Malawi
|
|