SURVEY INDONESIA English version
English version

F.I.C. di JAKARTA

SELAYANG PANDANG


Sampai 1965 semua tempat karya para Bruder FIC terletak di Jawa-Tengah, di sekeliling gunung Merapi. Pada tahun 1965 mereka mulai juga di Jakarta, ibukota Indonesia, dengan sekolah SMP dan SMA untuk para putra.

Sebab-sebab dari perubahan itu ialah:

- Banyak bruder dari dan ke luar negeri memerlukan penghinapan di Jakarta;

- Urusan dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tentang subsidi dan hal-hal lain menjadi lebih mudah kalau ada bruder yang menetap di Jakarta;

- Dan, inilah alasan konkret: suatu permintaan dari Uskup Agung Jakarta, Mgr.A.Djajaseputra sy, agar para Bruder FIC bersedia membuka sebuah sekolah menengah untuk para putra, di samping sekolah untuk putri yang telah ada, yang dikelola oleh para Suster CB di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

a) Maka, pada bulan Juli 1965 dibuka sebuah SMP dan sebuah SMA di bawah pimpinan dari Yayasan Pangudi Luhur di Semarang. Kedua sekolah berkembang pesat dan sekarang (2001) mempunyai kira-kira 500 siswa masing-masing. Mula-mula keduanya bertempat di gedung di Jalan Brawijaya IV, Kebayoran Baru. Kedua sekolah diuntukkan melulu untuk putra, seperti diminta oleh Bapak Uskup. Menjelang 1970 gedung itu menjadi terlalu kecil untuk jumlah siswa yang bertumbuh terus dan SMP harus pindah ke gedung baru di Cipete, di sebelah selatan dari Kebayoran Baru, di suatu lokasi yang hampir kosong pada waktu itu.

Oleh sebab itu jarak antara SMP putra dan SMP putri menjadi besar, maka diputuskan untuk membuka kedua-duanya untuk putra dan putri. Tetapi SMA, kemudian SMU, tetap untuk putra sampai sekarang.




SMU Jakanta lobby
Lobby dari SMU (dengan
lukisan oleh siswa)

Students leaving SMU P.L. Jakarta
Para siswa meninggalkan SMU


b) Pada tahun 1973 didirikan sebuah SD dan TK di Cipete, di belakang lokasi SMP. SD itu berkembang pesat hingga sekarang berparalel 4 dan TK berparalel 3; ini membuktikan bahwa sekolah itu memenuhi suatu keperluan masyarakat. Pada waktu pendirian SMP dan SD dan TK di Cipete, daerah itu masih hampir kosong. Sedikit saja penduduk dan banyak kebun. Sekarang daerah itu telah ditelan oleh kota besar. Jumlah siswa SD dan TK kira-kira 1000 orang.

Kleuterschool en Lagere School
Gedung utama TK dan SD Pangudi Luhur dengan lapangan parkir yang luas

Kleuters in actie ...
Aktivitas anak-anak TK

Lagere school
Murid-murid kelas satu SD



Lagere school
Kelas-kelas besar (dengan kira-kira 40 siswa per kelas)



c) Pada tahun 1983 didirikan sebuah Sekolah untuk Anak Tuna Rungu (= tuli) di Jakarta- Barat dengan nama SLB/B Pangudi Luhur. Pendidikan jenis ini sangat intensip; kelas-kelas tidak boleh lebih besar dari pada 10 siswa. Di samping pendidikan di kelas, semua siswa mendapat pelajaran wicara secara pribadi masing-masing agar mereka sanggup berbicara secara jelas...

TEKS LENGKAP dan GAMBAR-GAMBAR: click DISINI !




d) Pada tahun 1999 didirikan sebuah sekolah baru lagi: SMU (II) di Kampung Sawah di sebelah timur dari Jakarta, atas permintaan pastor paroki St.Servasius, yaitu Rm.R Kurris sy. Di Kampung Sawah terdapat 2 SMP katolik, tetapi tiada SMU. Rakyat di daerah itu kebanyakan orang Betawi yang miskin yang tidak mempunyai kesempatan untuk pendidikan lanjutan. Sejak dimulai minat untuk sekolah itu besar. Yayasan Pangudi Luhur telah merencanakan sebuah gedung besar. Fase pertama telah selesai pada tahun 2000 dan sekarang sudah terisi seluruhnya. Maka fase ke 2 sangat dinantikan. Nama dari sekolah: SMU Pangudi Luhur II Servasius.

Unit pertama SMU Pangudi Luhur II Servasius


Tiada pesta tanpa tarian: siswi SMU dengan tarian merak

Peresmian gedung: melepaskan balon-balon mengalami kesukaran


Di sini tempat untuk sambungan unit ke-2: tiang panjar sudah ada di tanah


e) Aktivitas lain:

Br.Michael, yang lama memimpin SMU di Brawijaya, sekarang memberi asisitensi kepada Mingguan Katolik "HIDUP" yang, walaupun milik dari Keuskupan agung Jakarta, disebarkan ke seluruh Indonesia, malah di luar Indonesia pula. Beroplah kira-kira 40.000 eksemplar, Hidup mencapai banyak orang yang memerlukan informasi katolik yang dapat dipercaya.

Br.Michael pada komputer dengan majalah HIDUP

Setiap tahun pada tanggal 8 Desember, pesta Santa Maria Dikandung Tanpa Noda, Pelindung para bruder dan Yayasan Pangudi Luhur, diadakan perayaan meriah yang dihadiri semua bruder dan personil, berganti-ganti di aula sekolah-sekolah.

[ Foto-foto tentang hal ini, masih akan menyusul ]