SURVEY INDONESIA English
English version

F.I.C. di JAKARTA


SEKOLAH ANAK TUNA RUNGU

Pada tahun 1983 didirikan sebuah Sekolah untuk Anak Tuna Rungu (= tuli) di Jakarta- Barat dengan nama SLB/B Pangudi Luhur. Pendidikan jenis ini sangat intensip; kelas-kelas tidak boleh lebih besar dari pada 10 siswa. Di samping pendidikan di kelas, semua siswa mendapat pelajaran wicara secara pribadi masing-masing agar mereka sanggup berbicara secara jelas.

Siswa yang sudah wicara dengan baik dan dapat membaca ucaran dari muka orang lain, pindah ke sekolah umum.

Pendidikan dimulai jika anak berumur 2 tahun. Mereka itu dibina dan dibiasakan dengan alat bantu dengar, hingga mereka menjadi sadar tentang bunyi-bunyi di sekeliling mereka.

Pada umur 4 tahun mereka mulai di bagian persiapan (TK) yang berlangsung 4 tahun. Lalu mereka ke SDLB (=Luar Biasa) selama 8 tahun. Setelah itu mereka dianggap sanggup mengikuti EBTANAS dari SD umum dan dapat masuk ke SMP normal.

Untuk siswa yang tidak berhasil, Institut Pendidikan Anak Tuna Rungu ini mempunyai Sekolah Menengah Kejuruan dengan jurusan a.l. menjahit, bakery, mencukur, salon kecantikan.

Institut ini bersiswa 250 orang, dari umur 2 sampai 21 tahun. Tiada asrama, tetapi siswa

makan siang di sekolah, sebab mereka datang dari lingkungan yang jauh.

Kampus itu terdiri dari 4 unit: gedung TKLB (8 ruang kelas), SDLB (18 ruang kelas), SMKLB dan yang ke-4: tempat pengipan para bruder (Bruderan).

Pada SMK para bruder berkarya bersama dengan 2 suster (PMY), yang berpengalaman lama dengan pendidikan anak tuna rungu di Wonosobo, Jawa Tengah. Ada juga suster dari Kongregasi lain yang membantu atau mengikuti training.
intensive eartraining
Latihan pengamatan suara


speak-training
Belajar vicara


Siswa waktu makan siang




screenprinting / zeefdruk
Screenprinting, membuat logo, badge, spanduk


Pendidikan menjahit



Bruderan


cooking class
Belajar memasak


computer class
Pelajaran komputer


senior members of staff
Beberapa senior dari staf