|
Penduduk
Jumlah penduduk UWR diperkirakan sekitar 550.000
jiwa; 10% persen dari penduduk tinggal dalam kota.
Pada umumnya keluarga-keluarga yang tinggal dalam
suatu ‘compound’ sungguh besar, kira-kira 15-16 anggotanya.
Kepadatan penduduk di daerah Lawra 95 orang per km2,
di wilayah Jipara/Lambussie 60 orang km2. Dua daerah
itu terletak di sudut regio baratlaut. Dalam wilayah
Wa dan Nadowli kepadatan penduduk kira-kira 30 orang
per km2, di daerah Tumu jumlah penduduk agak langka,
hanya kira-kira 10 orang per km2 . Di pinggir jalan-jalan
raya yang menghubungkan Wa/Nadowli/Lawra/Nandom/Hamile
jumlah penduduk lebih padat.
Tingkat kemiskinan
Provinsi UWR termasuk salah satu daerah yang paling
miskin dan yang paling terbelakang; pelayanan dan
fasilitas sosial dan finansial sangat kurang. Meskipun
Laporan Survey tahun 1999 menunjukkan suatu kemajuan
kecil dibandingkan keadaan dari periode 1992-1998,
namum Regio itu tetap daerah kemiskinan nomor dua
dari negeriGhana. Tingkat kemiskinan yang tinggi ditambah
kepadatan penduduk yang langka membuat regio ini salah
satu daerah yang daya belinya sangat rendah ; lagi
permintaan untuk service dan bahan produksi industri
masih sangat rendah.
Ciri-ciri umum dari perusahaan-perusahaan rural (pedalaman)
di UWR
Perusahaan-perusahaan pedesaan yang tradisional biasanya
berukuran kecil , strukturnya informal, modalnya sedikit,
fleksebilitasnya tinggi, tuntutan pendidikannya rendah
, sangat padat kerja, dan keberhasilannya tergantung
kelihaian bisnis si pemiliknya. Nasib perusahaan-perusahaan
macam itu ditentukan oleh ada-tidaknya ketrampilan
tehnis, adanya kaum buruh yang trampil, dan tersedianya
bahan mentah dalam lokasi.. Perusahaan macam itu biasanya
bersifat industri rumah, kaum buruhnya berasal dari
desa itu sendiri, dan hasil produksi memenuhi kebutuhan
penduduk daerah itu . Produk-produk yang dihasilkan
oleh tukang-tukang batu/besi,kayu dsb , misalnya alat-alat
dan fasilitas bangunan, semua itu melayani kebutuhan
daerah itu. Usaha-usaha tradisional lainnya yang dilakukan
ialah : menenun, membuat bejana dari tanahliat, menjahit,
membuat barang dari kulit, membikin tasbih dari kaca,
dll.dll.
Bidang pertanian dan bidang industri pedesaan saling
berkaitan, yang satu tergantung yang lain. Itu berarti
bahwa perkembangan dinamis dari produksi pertanian
akan merupakan unsur penting dalam meningkatkan permintaan
untuk barang dan service dari perusahaan-perusahaan
rural. Perusahaan-perusahaan itu akan membuat alat-alat
untuk petani dan untuk industri pengolahan bahan makanan.
Keuntungan dari si petani bisa dipakai untuk memperbaiki
perumahan mereka dan fasilitas lainnya. Dan dengan
demikian diciptakan lapangan pekerjaan baru untuk
industri pembangunan. Namum situasi dewasa ini kurang
menguntungkan: penghasilan pertanian tetap rendah,
penyediaan bahan makanan di kebanyakan rumahtangga
kurang, tidak mencukupi. Akibatnya banyak kaum lelaki
dan pemuda mencari pekerjaan musiman di luar daerahnya
sendiri, di bagian selatan negeri Ghana; ada pula
yang tidak pernah pulang lagi ke daerah asalnya. Atau,
apabila mereka kembali , uang yang dibawanya biasanya
kurang cukup untuk menyelesaikan masalah-masalahnya
di rumah. Kalau sekiranya penghasilan pertanian dapat
ditingkatkan , itu pasti akan membawa manfaat untuk
perusahaan-perusahaan kecil, dan dengan demikian akan
mengurangi arus transmigrasi tenaga kerja yang ahli.
Kesempatan kerja untuk kaum muda di daerah UWR
Kecuali bidang pertanian, hampir tidak ada lapangan
kerja lainnya untuk kaum muda di UWR. Namum, diperkirakan
bahwa salah satu jalan keluar dari situasi itu adalah
penciptaan suatu ‘lingkungan ‘ di mana kaum muda akan
dibantu untuk mendirikan perusahaan/ pertukangan sendiri,
betapa sederhana pun. Sampai sekarang, kebanyakan
tamatan dari sekolah tehnik yang mau memulai bisnisnya
sendiri, kekurangan modal atau tidak memiliki jaminan
untuk mendapat pinjaman dari bank. Padahal itu syarat
mutlak untuk dapat maju dalam bidang perdagangan dan
insdutri kecil. Mereka membutuhkan fasilitas kredit
yang sesuai kebutuhan dan keadaan kongkrit mereka.
Dibutuhkan pula ketrampilan management dan skills
lainnya supaya si calon pengusaha dapat memanfaatkan
kemungkinan-kemungkinan yang ditawarkan oleh sektor
formal, dan memperdayakan mereka supaya bertahan ditengah
saingan pasaran.
Justru dalam hal-hal seperti itu PEPS-C menyediakan
tempat dan sarana untuk mendapat modal ‘start-up’
bagi pengusaha-penguasaha kecil supaya mereka mampu
memenuhi kebutuhan daerah UWR di bidang perkembangan
sosio-ekonomis.
|