PROYEK PERTANIAN TUMU
SEPUTAR PERKEMBANGAN DI GHANA UTARA
Untuk memperbesar foto, tekanlah pada gambar
|
| Di bagian paling utara dari Ghana, tidak jauh dari perbatasan
negeri Burkina Faso, terletak kota Tumu, suatu kota kecil yang merupakan
pusat wilayah Sissala. |
| Di kota Tumu itualh Bruder Guido Wigman FIC memulia suatu proyek
sederhana yang tujuannya membantu kaum tani menggali sumur-sumur
air. Sekarang, 25 tahun kemudian, proyek kecil itu telah berkembang
menjadi suatu usaha yang boleh dibanggakan: ada enam ahli pertanian,
dan ada sebuah toko yang a.l. menjual bajak, suku cadang, macam-macam
alat pertanian, dan sepatu lars karet. Lama sekali proyek itu disponsori
oleh CEBEMO, BILANCE dan CORDAID |

Br. Guido Wigman
|
|

Proyek Pertanian di Tumu. Disinilah semuanya dimulai.
|
Yang merupakan sukses terbesar dari perusahaan itu ialah introduksi
bajak yang ditarik kerbau. Dulu tehnik membajak itu tidak dikenal
di wilayah Sissala. Tetapi sekarang kebanyakan kaum tani dalam wilayah
itu menggunakan sistim membajak itu. Akibatnya besar sekali cara
pertanian makin maju, dan pengadaan pangan makin terjamin dalam
wilajayh itu. |
| Tetapi proyek itu meliputi lebih daripada apa yang disebut di
atas. Pada prinsipnya proyek itu membantu kaum tani lokal dan penduduk
pada umumnya dengan program informasi luas tentang bermacam-macam
cara pertanian, tehnik pertanian, peralatan dan benih-benih tanaman
yang dapat memajukan produksi pertanian dan keadaan ekonomi penduduk
pada umumnya. |
Bruder Guido Wigman memperkenalkan bajak yang
ditarik oleh kerbau dalam wilayah itu
|
| Kaum tani diberi penerangan memajukan lingkungan. Mereka mengadakan
macam-macameskperimen untuk meningkatkan kesuburan tanah, menanamkan
jenis-jenis pohon yang kiranya paling cocok untuk jenis tanah itu,
meningkatkan mutu dan perawatan hewan mereka, mencari jenis tanaman
yang bisa ditanam dalam musim kemarau, dll. |
| Untuk kaum wanita pun ada proyek-proyek khusus. Lagi, seperti
dikatakan tadi, ada juga sebuah toko yang menjual alat-alat pertanian
dan benih-benih yang dibutuhkan penduduk lokal. |
 |
 |
| Banyak wanita dewasa masih butahuruf. Berkat Proyek,
mereka dibuka kesempatan untuk belajar membaca dan menulis. |
Dengan rasa bangga kaum wanita memperlihatkan ijazah
bebas butahuruf. |
 |
 |
| Ada toko tempat penjualan bajak, sukucadang, alat-alat
pertanian, sepatu lars karet. |
Di sebelah pintu toko diletakkan alat-alat bajak
untuk dijual. |
| Baiklah diingat bahwa pemakaian pupuk yang sudah berabad-abad
lamanya dikenal oleh kaum tani di Eropa untuk menyuburkan tanah,
sama sekali belum dikenal di Ghana Utara. Cara pertanian tradisional
yang digunakan di daerah hutan untuk membersihkan tanah supaya cocok
untuk pertanian, ialah "membakar dan membalik tanah dengan pacul"
, abunya dipakai untuk pupuk. |
| Tetapi dewasa ini kaum tani memakai pupuk alam, kompos dan pupuk
buatan , mencari apa yang terbaik untuk menyuburkan tanah. Dengan
bertambahnya jumlah penduduk , kebutuhan akan hasil pertanian bertambah
pula, padahal areal tanah pertanian subur makin berkurang. |

Ada bermacam-macam proyek kecil
di mana kaum wanita dapat menjual bahan kain yang mereka cet sendiri,
atau membikin bahan kosmetika dari buah-buahan dan benih-benih
lokal.
|
| Bagian terbesar dari semua usaha itu dilakukan oleh para petugas
pertanian dinas luar yang berkeliling. |
|

Petugas dinas luar mengunjungi
desa-desa.
|
Mereka mengunjungi kaum tani di desa-desadan, mereka memberi penerangan
, pengarahan dan konsult.. Mereka mengajak dan mendorong penduduk
desa untuk ikut bereksperimen, ikut memakai cara pertanian baru,
memakai jenis tanaman baru, tehnik baru, dan mereka secara teratur
memantau perkembangan eskperimen itu dan saling menukar pengalaman
. |
| Pada prinsipnya langkah pertama dari tiap proyek baru itu ialah
konsultasi dengan kepala desa , kepala adat dan dewan desa. Dijelaskan
tujuan proyek dan manfaatnya untuk desa dan penduduknya. |
| Langkah berikutnya adalah rapat umum dengan semua orang yang berminat.
Diuraikan inti dan tujuan proyek, diadakan tanya-jawab, kemudian
ditanyakan siapa-siapa yang mau ikut eksperimen baru itu. |

Pusat Proyek telah menghadiahkan
sebuah penggiling gandum kepada kaum wanita di salah satu desa.
|
| Langkah berikutnya adalah rapat umum dengan semua orang yang berminat.
Diuraikan inti dan tujuan proyek, diadakan tanya-jawab, kemudian
ditanyakan siapa-siapa yang mau ikut eksperimen baru itu. Sekali
setahun diadakan rapat umum di desa , membuka kesempatan untuk calon
sukarelawan baru. Demikian seluruh umat desa dilibatkan dalam karya
baru itu. Kaum tani saling mendorong satu sama lain untuk ikutserta,
dan saling tukar pengalaman mereka. |
| Para petugas dinas luar membantu juga proyek-proyek kaum wanita.
Di Ghana Utara secara resmi kaum wanita tidak berhak menjadi pemilik
hewan. Maka dicari akal supaya kaum wanita pun dapat ikut dalam
arus modernisasi. Ada beberapa wanita yang atas nama anak putranya
memiliki hewan; ada juga wanita yang membuka usaha-usaha kecil lainnya
. |

Resminya kaum wanita tidak boleh
memiliki hewan. Tetapi pemakaian se-ekor keledai sebagai gantinya
kerbau , itu diperbolehkan oleh kaum wanitaKerbau adalah hewan
kaum lelaki!
|
|

Pusat Proyek telah menghadiahkan
sebuah penggiling gandum kepada kaum wanita di salah satu desa.
|
Di satu desa dipasang sebuah mesin giling yang dipakai kaum wanita
untuk menggiling gandum mereka.
Di banyak desa didirikan proyek pembrantasan butahuruf, supaya kaum
wanita yang tidak bersekolah pun akan pandai baca dan tulis. |
| Ada juga usaha kecil untuk mengecet kain tenunan mereka sendiri
, atau untuk membuat bahan kosmetik dari buah-buah dan biji-biji
, misalnya biji karite ( sehanuts) yang sejak zaman dulu dipakai
untuk membuat minyak goreng. |
| Selain semua tugas dan kunjungan desa itu , ada juga banyak usaha
di sekitar kantor pusat proyek itu . Misalnya ada sebidang tanah
yang dipakai sebagai kebun pencobaan macam-macam tanaman. Ada toko,
ada pemegang buku, ada kantor seorang manager . |
|

Br. Alexis Beleire
|
Kepala proyek pertama adalah Br. Guido Wigman alm. Beliau biasanya
bekerja sendirian. Di kemudian hari proyek ini dipimpin bruder Alexis
Beleire FIC,yang menjadi manager pertama. Lima tahun yang lalu Br.
Alexis diutus ke negeri Malawi untuk membuka suatu proyek yang sama
tujuannya. |
| Yang sekarang menjabat fungsi manager ialah bruder Hans Wiuwen
FIC, yang sebelumnua menjadi pembantu br. Alexis. |

Kantor pemimpin proyek
|
| Tiga tahun lalu proyek Tumu digabungkan dengan suatu proyek sejenis
di kota Funsi, yang letaknya sebelah selatan Tumu. Gabungan itu
bernama TUDRIDEP : Tumu Deanery Rural Integrated Development Programme,
di bawah tanggungjawab keuskupan WA. |
|

Br. Hans (kanan)
|
Br. Hans tetap orang nomor satu dalam organisasi itu; ia mempersiapkan
laporan tahunan untuk para sponsor dari luar negeri; ia bertugas
mencari sponsor-sponsor baru di mana Cordaid lama-kelamaan akan
mengundurkan diri sebagai sponsor; ia memimpin cabang Tumu dari
organisasi itu. Dll. Mr. James Duma adalah penanggungjawab cabang
Funsi. Selain itu Mr. Duma memegang juga pimpinan Koperasi Kredit
Uni dan badan assuransi fonds sakit ( Health Insurance Scheme).
|
| Itu dua badan hukum yang berdiri sendiri. Selain Broeder Hans
dan Mr Duma masih ada sebelas petugas dinas luar, dua toko masing-masing
dengan kepala sendiri, dan ada lima pegawai kantor. Atas nama TUDRIDEP
mereka ikut semua rapat kerja badan ACDEP, semacam forum koordinasi
untuk semua proyek pertanian dan sosial yang dikelola oleh badan-badan
gerejawi di Ghana Utara. |
 |
|
Pesta Perak Proyek Tumu Agric.
dihadiri Uskup WA, kepala-kepala desa dan banyak orang lainnya
|
|

|
Kehidupan pasar di pusat kota Tumu
|
|